Senin, 09 Mei 2011

Television is Your Partner - oleh : Dr. Iswandi Syahputra. M. Si (27 April 2011)


  
Dosen kali ini adalah seorang praktisi dalam dunia perfiliman indonesia yaitu bapak iswandi yang bekerja di komisi perfilman indonesia

Jika dilihat secara lebih jauh, sebenarnya fungsi televisi bukan hanya sebagai sarana hiburan semata.  Banyak fungsi yang dapat kita peroleh dari televisi, misalnya sebagai sumber informasi, media periklanan, dan beberapa fungsi lainnya. Menurut Wimmer sendiri, televisi mempunyai 4 fungsi, yakni :
1.       Institusi Pendidikan
2.       Institusi Sosial
3.       Institusi Bisnis / Ekonomi
4.       Institusi Budaya
Dari keempat fungsi yang telah disebutkan diatas, fungsi sebagai institusi bisnis / ekonomi lah yang paling mencolok untuk saat ini. Semua acara yang ada di televisi, semua difokuskan untuk kepentingan komersil. Maka tidak heran jika acara-acara masa kini tidak lagi memikirkan mutu dan kualitas acaranya, melainkan hanya mementingkan keperluan rating semata demi mencapai keuntungan yang maksimal.

Seperti 2 sisi mata uang, televisi juga membawa 2 dampak yang sama sekali berbeda bagi kehidupan kita. Televisi bisa membawa dampak yang buruk, dan sebaliknya bisa juga membawa dampak yang positif. Tayangan-tayangan di televisi bisa menjadi kawan sekaligus menjadi lawan.

Tayangan televisi yang ada sekarang ini, mayoritas mengandung 5 unsur, yakni :
1.       SARA
2.       Mistis
3.       Kekerasan
4.       Seks / Pornografi
5.       Sedih
Kelima unsur diatas sangat mendominasi tayangan televisi masa kini yang jauh dari kesan mendidik dan bermoral. Bahkan yang memprihatinkan adalah tayangan anak-anak sudah jarang ditayangkan. Jadi mau tidak mau, anak-anak juga ikut menikmati tayangan orang dewasa.
Sungguh memprihatinkan tayangan televisi sekarang ini. Bukannya membawa dampak yang positif, dampak negative malah lebih cenderung diberikan oleh tayangan masa kini. Sangat disayangkan, kemajuan teknologi yang sudah ada tidak didukung ole hide-ide kreatif yang berkualitas, yang dapat memberikan manfaat yang positif bagi rakyat Indonesia. Terlebih lagi, tayangan-tayangan yang bermutu rendah ini tidak disertai oleh pengembangan pengetahuan, pendidikan, dan moral pemirsanya. Sehingga penonton yang tidak memiliki banyak wawasan akan mudah terpengaruh bila melihat adegan-adegan yang sebenarnya tidak baik dan tidak layak untuk ditiru.
Ph cenderung memenangkan kasus kasus pidan di dunia hukum yang di karenakan kasus dapat diringankan melalui suap.tayangan yang sarap akan seks,dan mistis cenderung beredar dalam dunia perfilman indonesia,isi cerita juga di lihak kurang mendidik.zaman sudah terlalu hebat semua bisa diakses.

Pemasaran Politik - oleh : Dr. Eko Harry Susanto. M. Si (20 April 2011)


Pada dasarnya politik memiliki arti :
Proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.


Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:
§  politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
§  politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
§  politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
§  politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
(sumber : www.wikipedia.org)
Jika disimpulkan secara sederhana dapat berarti usaha yang dilakukan oleh satu pihak untuk mempengaruhi pihak lain, agar  pihak yang dipengaruhi melakukan suatu tindakan yang memang diinginkan oleh pihak yang melakukan politik.
Dalam pertemuan mata kuliah Kapita Selekta yang kedelapan ini, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, Dr. Eko Harry Susanto.M.Si, menjelaskan bahwa sesungguhkan dunia politik membawa peluang yang besar bagi para mahasiswa Ilmu Komunikasi.






Pemasaran sendiri diartikan sebagai proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Dan dalam hal ini pemasaran politik dapat diartikan sebagai
-           Aktivitas integratif dalam mengorganisir pesan politik kepada khalayak
-          Membangun pencitraan yang positif dan mengemas berbagai nilai yang melekat pada sosok/pribadi tokoh atau partai politik agar didapatkan pemahaman, penerimaan, dan dukungan dari publik.


Dengan aktivitas-aktivitas yang terkandung di dalam pemasaran politik memang dapat dilihat betapa besarnya peluang anak-anak komunikasi di bidang tersebut. Disertai dengan perkembangan teknologi serta media perantara yang sudah beragarm, kegiatan pemasaran politik yang unik pun tidak mustahil untuk dilakukan.

Dalam menjalankan kegiatan pemasaran politik, tentu saja diperlukan usaha yang tidak mudah dan harus menggunakan strategi yang tepat. Berikut 7 strategi pemasaran politik yang efektif :
1.    Menciptakan kreativitas pada pesan.
Pesan harus menampilkan sesuatu yang kreatif (melalui jargon).
2.    Pesan sebaiknya sederhana.
Pesan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
3.    Gagasan yang dipublikasikan memiliki diferensiasi.
Menggunakan konsep dan gagasan yang unik dan berbeda dari yang lain.
4.    Pesan efektif dan efisien.
Pesan menanamkan pemahaman yang sesuai dan tepat sasaran.
5.    Bekerja dengan hati.
Melayani para klien yang merupakan sosok yang dibantu pencitraannya dengan sepenuh hati, penuh integritas, dan bebas nilai.
6.    Mendegarkan tuntutan konstituen.
Mengeksploarasi ide politik harus berpijak pada kebutuhan rakyat sehingga dapat merepresentasikannya ke dalam pesan pemasaran politik.
7.    Membangun hubungan.
Sebaik mungkin membangun hubungan dengan berbagai pihak.




Pemasaran politik menurut saya sangat lah penting untuk kehidupan dunia advertising,menurut saya iklan adalah jembatan masa depan si pengiklan yang notabene adalah partai politik.perputaran uang juga sangat besar didunia pemasaran komunikasi politik.dijaman kampanye aliran dana di dunia iklan sangat besar.dan tidak di mungkirkan bahwa dunia politik sangat membawa dampak buat si pengiklan.

Sabtu, 09 April 2011

Psikologi Komunikasi Massa - oleh : Dra. Henny E. Wirawan M.Hum, Psi (30 Maret 2011)


Definisi Komunikasi Massa

Massa (mass) atau crowd :
  • Suatu bentuk kumpulan (collection) dari individu.
  • Tidak melakukan interaksi.
  • Tidak terdapat struktur.
  • Pada umumnya terdapat orang dalam jumlah banyak dan berlangsung lama.
 Massa menurut Gustave Le Bon (Pelopor Psikologi Massa) :
  • Suatu kumpulan orang banyak berjumlah ratusan bahkan ribuan yang berkumpul dan mengadakan hubungan untuk sementara waktu dan kepentingan yang sementara pula.Contoh : Orang yang menonton sepakbola dan sebagainya.
Massa menurut Mennicke (1948) :  Massa abstrak dan massa konkret.
  • Massa abstrak adalah sekumpulan orang yang didorong oleh persamaan minat, persamaan perhatian, persamaan kepentingan, persamaan tujuan, tidak adanya struktur yang jelas atau tidak terorganisir.
  • Massa konkret adalah massa yang memiliki ciri :
  • A. Adanya ikatan batin, ini disebabkan adanya persamaan kehendak, persamaan tujuan, dan persamaan ide.
  • B. Adanya persamaan norma, ini disebabkan memiliki peraturan sendiri, dan kebiasaan sendiri.
  • C. Mempunyai struktur yang jelas.
Massa menurut Park dan Burgess : Massa aktif (mob) dan massa pasif (audience). Dalam mobtelah ada tindakan-tindakan kekerasan nyata. Misalnya, perkelahian massal, tawuran, dan demonstrasi.

Neil Smelser berpendapat, ada 6 kondisi yang memungkinkan munculnya perilaku kolektif, yaitu :
  • Struktur yang kondusif memunculkan perilaku kolektif.
  • Adanya ketegangan yang secara struktural terjadi dalam masyarakat.
  • Adanya kepercayaan atau keyakinan bersama yang mendorong masyarakat melakukan tindakan bersama.
  • Adanya peristiwa sebagai faktor pemicu perilaku kolektif.
  • Adanya mobilisasi massa, dalam hal ini perilaku kolektif berarti digerakkan oleh pihak lain diluar massa atau yang memimpin massa.
  • Adanya kegagalan kontrol sosial sehingga massa melakukan perlawanan terhadap aturan yang baku.
Psikologi Massa adalah proses mental dan perilaku kolektif yang ditujukan kepada gerakan-gerakan perubahan sosial, bukan yang bersifat isidental dan aksidental. Aktor utama dalam psikologi massa, yaitu bertindak sebagai inisiator dan bukan aktor tunggal yang bekerja sendiri di dalam gerakan sosial.

Kerumunan

Karakteristik utama, yaitu :
  • Kumpulan orang banyak secara fisik.
  • Mudah sekali bereaksi.
  • Mudah meniru tingkah laku orang lain dan tingkah laku tadi mudah sekali mendapat dorongan dari semuanya.

Bentuk Umum Kerumunan

Kerumunan yang beratikulasi dengan struktur sosial, yaitu :
  • Khalayak penonton atau pendengar yang formal; pusat perhatian dan tujuan sama; tetapi sifatnya pasif.
  • Kelompok ekspresif yang telah direncanakan; fungsinya sebagai penyalur ketegangan karena pekerjaan sehari-hari.
Kerumunan yang bersifat sementara, yaitu :
  • Kumpulan orang yang kurang menyenangkan.
  • Kumpulan orang yang sedang panik.
  • Kerumunan penonton karena melihat suatu kejadian.

Publik

Interaksi yang terjadi secara tidak langsung. Setiap aksi diprakarsai oleh individu itu sendiri. Cara menarik simpati publik dengan menggandeng nilai-nilai sosial.

Pendapat

Manusia Adalah Makluk sosial.
Karena sepanjang hidup manusia dijalankan secara besama-sama, maka otomatis sisi psikologis kita, manusia, sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan sekitar kita, terutama  dari segi komunikasi massa. Lingkungan sangat berpengaruh pada konteks psikologis seseorang,dapat mempengaruhi mana yang baik atau oun mana yang jelek.
Manusia juga mempunyai akal dan budi dengan ini manusia juga dapat menjaga hak hak manusia yang lain.

Iklan dan Kekerasan Simbolik - oleh : Ibu Endah Muwarni (23 Maret 2011)


Iklan Ada Dimana-mana
        Iklan ada dimana-mana, seakan mengikuti kemana saja kita pergi sepanjang hari. Di rumah, jalanan pasar, kantor, kampus, sekolah, stasiun, halte bus, bandara.
         Iklan telah mengepung kita dari berbagai penjuru dan sepanjang waktu, sehingga memungkinkan kita untuk mampu menembus hampir semua celah kehidupan setiap orang.
        Pengolah iklan seolah tidak akan melewatkan sejengkal tempat dan waktu untuk beriklan.



Pergeseran Fungsi Iklan
§         Iklan tidak hanya sekedar bertujuan menawarkan dan mempengaruhi calon konsumen untuk membeli suatu produk. Akan tetapi lebih dari itu, iklan turut berpengaruh dalam membentuk system nilai, gaya hidup maupun selera budaya tertentu.
§         Iklan tidak hanya memvisualisasikan kualitas dan atribut dari produk yang harus dijualnya, tetapi mencoba membuat berguna sesuatu dan ciri produk tersebut mempunyai arti sesuatu bagi kita.
Bukan Hanya Sekedar Mewakili Produknya Tetapi Ada Arti Tertentu Bagi Kita
§         Dalam konteks inilah iklan mendefinisikan image tentang arti tertentu yang diperoleh ketika orang menggunakan produk tersebut.
§         Proses ini oleh Williamson (1978:20) disebut sebagai Using Product is Currency, yaitu menggunakan produk yang diiklankan sebagai uang untuk membeli produk kedua yang secara langsung tidak terbeli, contoh: susu bermanfaat bagi anak bayi, selain manfaatnya kita juga membeli pertumbuhan, kecerdasan dan lain-lain.
§         Pollay membagi fungsi komunikasi iklan menjadi 2:
o      Fungsi informasional, iklan memberitahukan kepada konsumen tentang karakteristik produk.
o       Fungsi transformasional, iklan berusaha untuk mengubah sikap-sikap yang dimiliki oleh konsumen terhadap merek, pola-pola belanja, gaya hidup, teknik-teknik mencapai sukses dan sebagainya.






Bagaimana iklan memproduksi pesan?
§         Baudrillard : iklan sebagai wacana yang dikodekan (coded discourse) dan melekat pada sebuah produk tidak memiliki hubungan dengan realitas (hyperreal).
§         Barthes : menganggap bahwa tanda masih bisa merepresentasikan system realitas (signifikasi tingkat I / denotasi). Sedangkan pada signifikasi tingkat kedua (konotasi), tanda bisa merepresentasikan sesuatu yang hanya bisa dipahami lewat situasi cultural/sosial yang sama.
§         Sementara sebagai sebuah myth, signs dalam iklan dianggap merepresentasikan pesan ideologis dari si pembuat iklan (dalam konteks ini adalah kaum borjuis).



Bagaimana pesan diterima khalayak?
§         Baudrillard menegaskan bahwa melalui kode-kode dalam sebuah pesan manusia sadar akan dirinya dan kebutuhan-kebutuhannya. Kode tersebut secara hirarkis memiliki tingkatan yang digunakan untuk menandakan perbedaan-perbedaan (distinction) dari status dan kelas .
§         Contoh : mobil espas, dapat kita jadikan lelucon dari eksekutif pas-pasan, namun sekarang sudah tidak lagi banyak yang menggunakan espas melainkan lebih memilih Avanza, bahkan BMW untuk menunjukkan status sosial lebih tinggi.
§         Barthes berpendapat bahwa iklan memiliki berbagai makna sesuai dengan tingkat signifikasi yang dilakukan oleh khalayak. Dengan demikian makna dari pesan yang disampaikan oleh iklan menjadi sangat majemuk.



Memahami iklan dengan konsep kekerasan simbolik Bourdieu
§         Bagi Bourdieu, seluruh tingkatan pedagogis (tindakan) baik itu yang diselenggarakan di rumah, sekolah, media atau dimanapun memiliki muatan kekerasan simbolik selama pelaku memiliki kuasa dalam menentukan system nilai atas pelaku lainnya, sebuah kekasaan yang berakar pada relasi kuasa antara kelas-kelas dan atau kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat.
§         Contoh: tanpa sadar kita menerima apa yang dikatakan oleh orang tua, guru, teman dan bahkan media (iklan).
§         Diasumsikan bahwa media dan iklan merupakan sarana yang digunakan untuk melakukan tindakan pedagogis dari kelas/kelompok sosial tertentu.
§         Arena iklan tidak hanya menjadi ajang konsentrasi image simbolik produk yang ingin dipasarkan namun juga image simbolik realitas sosial secara luas.
§         Iklan menjadi sebuah mesin kekerasan simbolik yang bisa menciptakan system kategorisasi, klasifikasi, dan definisi sosial tertentu sesuai kepentingan kelas/kelompok dominan.
§         Image-image simbolik yang diproduksi iklan seperti misalnya kebohongan, keharmonisan, kecantikan, kejantanan, gaya hidup modern pada dasarnya merupakan system nilai yang dimiliki kelas satu atau kelompok dominan yang diedukasi dan ditanamkan pada suatu kelompok masyarakat tertentu.
§         Proses penanaman nilai melalui iklan dapat membentuk habitus tentang system nilai tersebut. Sehingga iklan tidak hanya menciptakan subjek yang dapat meregulasi diri terkait konsumsi produk namun juga subjek yang dapat merugalasi diri terkait klasifikasi dunia social, disini kemudian terjadilah kekerasan simbolik.
§         Image-image yang diproduksi iklan adalah tindakan pedagogis yang dapat memaksakan secara halus nilai-nilai, standar-standar dan selera kebudayaan kepada masyarakat atau sekurang-kurangnya memantapkan preferensi kebudayaan mereka sebagai standar dari apa yang dianggap tertinggi dan terbaik. Dominasi kelas terjadi tatkala pengetahuan, gaya hidup selera, penilain, estetika dan tata cara social dari kelas yang dominan menjadi absah dan dominan secara social.

  
   Pendapat
          Manusia hidup sangat berkaitan dengan iklan ketika sang bayi baru membuka mata dan melihat dunia ini,ia pasti sudah melihat banyak sekali iklan iklan di dunia.sama juga seperti manusia tampa disadari iklan yang sangat menyuntik manusia untuk dapat membeli atau menggunakan jasa diluar alam bahwa sadar mereka.Dengan tidak sadar juga iklan telah membentuk pola pikir kita.membentuk stereotype yang ada.iklan juga sangat membantu kita dalam kehidupan sehari hari.mausia dikatakan sebagai orang yang cerdas yang dapat membedahkan iklan atau pengaruh yang baik untuk mereka komsumsi.